Penguatan Rupiah Di Tengah Lonjakan Harian Covid-19

Pada tanggal 25 Juni 2021 nilai tukar rupiah antarbank menguat di Jakarta pada Jumat pagi. Rupiah menguat karena pelaku pasar mencerna berbagai komentar mengenai kebijakan moneter oleh pejabat bank sentral Federal Reserve AS.

Rupiah menguat 20 poin atau 0,14% menjadi Rp 14.420 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya sebesar 14.440 Rupiah per dolar AS, Jumat (25/6/2021). .

“Pasar mata uang bergerak lambat di tengah para pedagang mempertimbangkan berbagai sinyal dari pejabat Federal Reserve AS mengenai waktu pemotongan stimulus moneter,” tulis Tim Riset Monex Investindo Futures dalam sebuah ulasan.

Dolar AS menemukan beberapa dukungan semalam dari dua pejabat Federal Reserve yang mengatakan bahwa periode inflasi tinggi di AS bisa lebih lama dari yang diharapkan.

Presiden Fed Richmond Thomas Barkin mengatakan tekanan inflasi jangka pendek akan mereda pada kuartal keempat. Sementara itu, Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker mengatakan ekonomi AS secara keseluruhan dalam kondisi yang baik.

Namun, pada Selasa (22/6), Ketua Fed Jerome Powell mengatakan bahwa tekanan harga akan mereda dengan sendirinya.

Dolar AS melemah Kamis (24/6) lalu, setelah menghabiskan seminggu secara bertahap menjauh dari level tertinggi dalam dua bulan setelah sikap Federal Reserve AS yang mengejutkan dalam hasil pertemuannya pekan lalu.

Indeks dolar, yang mengukur kekuatan dolar terhadap mata uang utama lainnya, mencapai 91,769, turun dari penutupan sebelumnya 91814.

Sementara itu, imbal hasil obligasi 10-tahun AS saat ini berada di level 1,497%, naik dari posisi penutupan sebelumnya sebesar 1,487%.

Pada Kamis (24/6) rupiah ditutup dengan koreksi 7 poin atau 0,05% ke posisi Rs 14.440 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya sebesar 14.433 Rupiah per dolar AS.

TRENDING:  Pengertian Dan Keuntungan Deposito Dan P2P Lending Investasi